ITB Boven Digoel – Bupati Boven Digoel memimpin rapat penyusunan usulan program dan kegiatan Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (RAN-PPDT) serta Infrastruktur Wilayah Perbatasan Tahun 2027–2029 Kabupaten Boven Digoel. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bappeda dan dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (30/12/2025).
Dalam berbagai hal tersebut, Bupati Boven Digoel menegaskan kepada seluruh OPD agar menyusun program prioritas yang terukur, tepat sasaran, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Program-program yang direncanakan tidak hanya terhenti pada perencanaan daerah, tetapi juga dapat didorong untuk dipublikasikan dan didukung oleh kementerian terkait sebagai langkah strategis dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Boven Digoel.
Bupati menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), mengingat adanya kebijakan efisiensi anggaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi, kreativitas, serta upaya proaktif dari setiap OPD dalam merumuskan dan mengusulkan program yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi, kolaborasi, dan keterkaitan program antar-OPD. Setiap perangkat daerah diminta untuk menyusun perencanaan yang terintegrasi dan tidak berjalan sendiri, sehingga seluruh program dan kegiatan dapat saling mendukung, efektif, serta berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Boven Digoel.
Melalui perencanaan yang matang, terukur, dan koordinasi yang kuat antar-perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel optimis bahwa usulan program RAN-PPDT dan Infrastruktur Wilayah Perbatasan Tahun 2027–2029 dapat menjadi motor penggerak percepatan pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian khusus.















