 Kabupaten Boven Digoel melaksanakan kegiatan Temu Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) tingkat kabupaten yang digelar pada 1–5 Desember 2025 bertempat di Aula Cenderawasih Hati Kudus, Tanah Merah. Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta dari 24 kampung, masing-masing mengutus dua anggota KIM yang bergerak khusus di bidang layanan pengelolaan dan diseminasi informasi. Selasa (02/12/25)</p>
<p>Kegiatan temu KIM ini mengangkat tema nasional: “Sinergitas Informasi, Aksi untuk Negeri”, dengan subtema:<br />
“Kelompok Informasi Masyarakat sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Konektivitas Informasi di Kabupaten Boven Digoel.”<br />
<img decoding=)
Ketua panitia Ida Gemendenop dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat melalui optimalisasi peran Kelompok Informasi Masyarakat sebagai wadah partisipasi publik dalam menyebarluaskan, mengelola, dan memanfaatkan informasi.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki beberapa tujuan khusus, antara lain:
1. Meningkatkan pemahaman masyarakat dan anggota KIM tentang pentingnya informasi publik dalam mendukung pembangunan daerah.
2. Mendorong keterlibatan aktif KIM sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan program, kebijakan, dan layanan publik.
3. Membangun jaringan komunikasi terintegrasi antara pemerintah daerah, KIM, dan komunitas masyarakat di berbagai distrik.
4. Meningkatkan kapasitas anggota KIM dalam literasi digital, pengelolaan informasi, serta pemanfaatan media komunikasi dua arah sehingga pemerintah mendapatkan masukan masyarakat secara cepat dan akurat.
5. Mendorong keberlanjutan fungsi KIM sebagai pusat diseminasi informasi dan ruang dialog publik di tingkat kampung dan distrik.
6. Menguatkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan aksi nyata yang mendukung kemajuan daerah.
Ibu Ida juga mengingatkan anggota KIM agar mengikuti kegiatan dengan motivasi pengabdian, bukan semata-mata karena bantuan dana. “Yang paling penting adalah kesadaran untuk melihat potensi, mau berkembang, dan mampu menghadapi tantangan. Semua kembali pada kemauan kita masing-masing,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Plt Kepala Dinas Kominfo Maria Payunglangi, S.SOS, M.AP menegaskan bahwa keberadaan KIM di Kabupaten Boven Digoel—khususnya di Distrik Mandobo dan Kampung Sokago—merupakan bagian penting dari ekosistem informasi publik. Oleh karena itu, pada kegiatan ini turut dirangkaikan pelatihan:
●Jurnalistik warga
●Literasi digital
●Teknik kamera dan video editing
●Ekonomi kreatif berbasis konten digital
Plt Kadis Kominfo menjelaskan bahwa KIM memiliki fungsi strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus sebagai kanal penyebaran informasi yang cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menegaskan landasan hukum KIM sebagaimana diatur dalam Permenkominfo Nomor 8 Tahun 2010 tentang pengembangan dan pemberdayaan lembaga komunikasi sosial.
Sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel, khususnya pada misi meningkatkan konektivitas dan keterbukaan informasi publik, KIM berperan penting untuk memperkuat literasi digital, partisipasi masyarakat, dan penyebaran informasi pembangunan.
Dalam sambutan tersebut, Plt Kadis Kominfo juga menegaskan bahwa dana Otonomi Khusus Papua adalah amanah besar yang harus dikelola secara transparan dan tepat sasaran. Kominfo menjalankan peran strategis dalam empat aspek:
1. Transparansi dan Publikasi
Melalui dialog interaktif, turun langsung ke kampung, dan publikasi layanan.
2. Digitalisasi Sistem Informasi Pemerintahan
Termasuk rencana dashboard keuangan real-time untuk memantau alokasi dan realisasi dana Otsus.
3. Pengawasan dan Akuntabilitas
Membantu penyebaran informasi hasil audit agar masyarakat memahami penggunaan anggaran.
4. Pemberdayaan Masyarakat
Melalui literasi digital dan pelatihan informasi publik agar masyarakat ikut mengawasi penggunaan anggaran.
Kadis juga menekankan pentingnya kerja sama dengan media lokal dalam penyebaran informasi publik yang benar dan tidak hoaks.
Tahun ini, Dinas Kominfo melakukan skema baru penyaluran bantuan bagi KIM. Jika sebelumnya bantuan diberikan dalam bentuk dana operasional, berdasarkan arahan Bappeda, mekanisme tersebut diubah menjadi penyerahan perangkat telepon seluler.
Sebanyak 24 unit HP diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Boven Digoel kepada perwakilan KIM dari masing-masing kampung. Penyerahan ini bekerja sama dengan Bank Papua, yang sebelumnya juga turut memfasilitasi pembukaan rekening bagi kelompok.
Menutup sambutannya,Plt Kadis Kominfo menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, kepala distrik, kepala kampung, dan seluruh peserta yang hadir. Ia meminta seluruh peserta untuk bersungguh-sungguh mengikuti materi, karena para narasumber yang hadir memiliki kompetensi tinggi dan sangat dibutuhkan dalam pengembangan KIM.
“Materi-materi ini akan membantu kelompok informasi dalam meningkatkan ekonomi kreatif berbasis digital. KIM harus mampu menjadi motor informasi yang bermanfaat bagi kampung masing-masing,” ujarnya.
Melalui kegiatan Temu KIM se-Kabupaten Boven Digoel ini, pemerintah daerah berharap tercipta:
●Konektivitas informasi yang lebih baik,
●Peningkatan literasi digital masyarakat,
●Keterlibatan aktif publik dalam ●Pembangunan, dan
●Sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan perangkat telepon seluler kepada KIM serta arahan untuk melanjutkan peran strategis dalam penyebaran informasi pembangunan di Kabupaten Boven Digoel.















